Sabtu, 03 September 2016

PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN

BAB II

”PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN”

A.      Perkembangan teori ilmu manajemen
Dalam perkembangan teori ilmu manajemen terdapat tiga aliran pemikiran manajemen yaitu :
1.    Aliran klasik (yang akan dibagi menjadi dua aliran, manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik).
2.      Aliran hubungan manusiawi (sering disebut aliran neo klasik)
3.      Aliran manajemen modern.
Didalam perkembangan teori ilmu manajemen berkembang pendekatan-pendekatan seperti pendekatan sistem dan pendekatan kontigen.
Manajemen Klasik
Sebelum sejarah yang disebut manajemen ilmiah telah muncul refolusi industri pada abad 19     yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan suatu pendekatan manajemen yang sistematik
B.       Perkembangan awal teori manajemen
Ada dua tokoh manajemen yang mengawali munculnya manajemen ilmiah yaitu Robert Owen (1771-1858) dan Carles Babbage (1792-1871).
Rober owen pada permulaan tahun 1800, ada seorang manajer beberapa pabrik pemintalan kapas di New Lanrak scolandia, menekankan pentingnya unsur manusia dalam produksi.
Harington emerson (1853-1831) telah mengemukakan 12 prinsip-prinsip efisiensi yang sangat terkenal yaitu :
1.            Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas
2.            Kegiatan yang dilakukan masuk akal
3.            Adanya staf yang cakap
4.            Disiplin
5.            Balas jasa yang adil
6.            Laporan-laporan yang terpecaya, segera, akurat, sistem informasi dan akuntansi.
7.            Pemberian perintah, perencanaan, dan pengurutan kerja.
8.            Adanya standar-standar, skejul-skejul, metode dan waktu setiap kegiatan
9.            Kondisi yang distandardisasi
10.        Operasi yang distandardisasi
11.        Instruksi-instruksi prakitis yang standart
12.        Balas jasa efisiensi, rencana insentif
a.              Teori Organisasi Klasik
Tokoh-tokoh teori organisasi klasik antara lain yaitu Henry Fayol, James D. Mooney, Mary Parker Follett dan Chaster I. Bernard.
1.      Henry Fayol (1841-1925)
Fayol adalah seorang industrialis Perancis. Fayol mengatakan bahwa teori dan teknik administrasi merupakan dasar pengelolaan organisasi yang kompleks, ini diungkapkan dalam bukunya yang berjudul Administration Industrielle et General atau Gneral and Industrial Management yang ditulis pada tahun 1908oleh Constance Storrs. Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan, fungsi ini dikenal sebagai fungsionalisme.
2.      Mary Parker Follett (1868-1933)
Follett menjembatani antara teori klasik dan hubungan manusiawi, dimana pemikiran Follett pada teori kalsik tapi memperkenalkan unsur-unsur hubungan manusiawi. Dia menerapkan psikologi dalam perusahaan, industri dan pemerintahan. Konflik yang terjadi dalam perusahaan dapat dibuat konstruktif dengan menggunakan proses integrasi.
3.      Chaster L. Bernard (1886-1961)
Ia memandang organisasi sebagai sistem kegiatan yang diarahkan pada pada tujuan. Fungsi-fungsi utama manajemen menurutnya, adalah perumusan tujuan dan pengadaan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Ia menekankan pentingnya peralatan komunikasi untuk mencapai tujuan kelompok. Ia juga mengemukakan teori penerimaan pada wewenang
b.              Aliran Hubungan Manusiawi
Pada tahap aliran perilaku atau hubungan manusiawi organisasi melihat pada hakikatnya adalah sumber daya manusia. Aliran ini mernandang aliran klasik kurang lengkap karena terlihat kurang mampu rnewujudkan efisiensi produksi yang sempurna dengan keharmonisan di tempat kerja. Manusia dalam sebuah organisasi tidak selalu dapat dengan mudah diramalkan prilakunya karena sering juga tidak rasional. Oleh sebab itu para manajer perlu dibantu dalam menghadapi rnanusia, melalui antar lain ilmu sosiologi dan psikologi. Ada tiga orang pelopor aliran perilaku yaitu:
1.      Hugo Munsterberg (1863 -1916)
Sumbangannya yang terpenting adalah berupa pernanfaatan psikologi dalam mewujudkan tujuan-tujuan produktivitas sarna seperti dengan teori-teori manajemen lainnya. Bukunya “Psychology and Indutrial Efficiency”, ia memberikan 3 cara untuk meningkatkan produktivitas: a. Menempatkan seorang pekerja terbaik yang paling sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan dikerjakannya. b. Menciptakan tata kerja yang terbaik yang memenuhi syarat-syarat psikologis untuk memaksimalkan produktivitas. c.  Menggunakan pengaruh psikologis agar memperoleh dampak yang paling tepat dalam mendorong karyawan.
2.      William Ouchi (1981)
William Ouchi, dalam bukunya “theory Z -How America Business Can Meet The Japanese Challen ge (1981)”, memperkenalkan teori Z pada tahun 1981 untuk menggambarkan adaptasi Amerika atas perilaku Organisasi Jepang. Teori beliau didasarkan pada perbandingan manajemen dalam organisasi. Jepang disebut tipe perusahaan Jepang dengan manajemen dalam perusahaan Amerika -disebut perusahaan tipe Amerika.
c.              Aliran Manajemen  Modern
Muncul aliran ini lebih kepada aliran kuantitatif merupakan gabungan dari Operation Research dan Management Science. Pada aliran ini berkumpul para sarjana matematika, pisik, dan sarjana eksakta lainnya dalam memecahkan masalah-masalah yang lebih kompleks. Tim sarjana ini di Inggris, di Amerika Serikat, sesudah perang Dunia II dikenal dengan sebutan “OR Tema” dan setelah perang dimanfaatkan dalam bidang industri. Masalah-masalah ruwet yang memerlukan “OR Tim” ini antara lain di bidang transportasi dan komunikasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar